Kateman — SMA Negeri 1 Kateman melaksanakan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Senin pagi, 12 Januari 2026, pukul 07.05 WIB. Kegiatan ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh siswa dan guru sebagai upaya penguatan nilai keimanan serta pembentukan karakter religius peserta didik.
Kegiatan dibuka oleh dua siswi SMA Negeri 1 Kateman, Syenzia Desti Fany dan Khalisa Ameliza, yang bertindak sebagai pembawa acara. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua OSIS, Arif Maulana, yang menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman keagamaan seluruh warga sekolah.
Selanjutnya, pembacaan doa dipimpin oleh Bapak Bismar, M.Pd., sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar kegiatan berjalan dengan lancar dan membawa keberkahan.
Usai pembacaan doa, acara dilanjutkan dengan penampilan tilawah Al-Qur’an oleh dua siswi, Cantika dan Merlinda Lestari. Merlinda bertugas membacakan ayat suci Al-Qur’an, sementara Cantika menyampaikan terjemahannya.
Kepala SMA Negeri 1 Kateman, Hj. Herwati A., M.Pd., Ph.D., dalam sambutannya mengingatkan para siswa-siswi agar tidak merasa lebih unggul dibandingkan orang lain. Ia menekankan pentingnya sikap rendah hati, serta mengingatkan bahwa kecerdasan tanpa moral dapat menjerumuskan seseorang untuk merendahkan pihak lain.
Setelah sambutan Kepala Sekolah, acara dilanjutkan dengan penampilan hadroh SMA Negeri 1 Kateman yang dibawakan oleh siswa-siswi kelas X hingga XII.
Kegiatan inti berupa tausiyah disampaikan oleh Dr. H. Moh. Sain, M.Pd.I. Dalam ceramahnya, beliau membahas beberapa poin utama, antara lain hubungan antara akal dan wahyu, peristiwa Isra’ Mi’raj, serta keterkaitan shalat dengan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Ia menjelaskan bahwa akal tidak bertentangan dengan wahyu, melainkan berfungsi sebagai sarana untuk menerima dan memahami wahyu.
“Akal adalah kemampuan berpikir manusia yang terbatas oleh ruang dan waktu, sedangkan wahyu merupakan perintah langsung dari Allah SWT yang melampaui batas tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau mengaitkan pelaksanaan shalat dengan pembentukan kebiasaan positif, baik secara spiritual maupun fisik. Salah satunya, gerakan rukuk dan sujud dalam shalat dinilai bermanfaat untuk menjaga kelenturan sendi tubuh.
Sebagai penutup, dua orang siswa diminta untuk menyampaikan kembali inti materi tausiyah yang telah disampaikan. Kegiatan ini bertujuan melatih pemahaman serta keberanian siswa dalam menyampaikan kembali pesan-pesan keagamaan.
Secara keseluruhan, peringatan Isra’ Mi’raj di SMA Negeri 1 Kateman berlangsung tertib, lancar, dan penuh makna, serta diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter religius peserta didik [Ripki]